Tampilkan postingan dengan label Kerja proyek. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Oktober 2018

Bab 3 Kerja Proyek : Kebutuhan Pelanggan

BAB III
KEBUTUHAN PELANGGAN




  • Kebutuhan Pelanggan -  Perusahaan dapat mendefinisikan pasar sasaran namun gagal memahami kebutuhan pelanggan. Meskipun pemasaran adalah memenuhi kebutuhan secara menguntungkan, memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan tidak selalu merupakan tugas yang sederhana. Beberapa pelanggan memiliki kebutuhan yang tidak mereka sadari. Atau mereka tidak dapat mengutarakan kebutuhankebutuhan ini. Atau mereka menggunakan bahasa yang membutuhkan penafsiran. (belajar, 2014)
  • Pangsa Pasar Proyek -  adalah (market segment) bagian dari keseluruhan permintaan suatu barang yang mencerminkan golongan konsumen menurut ciri khasnya, seperti dari tingkat pendapatan, umur, jenis kelamin, pendidikan, dan juga status sosial. Market share ialah bagian pasar yang dikuasai oleh suatu perusahaan dan seluruh potensi jual, biasanya dinyatakan dalam persentase. Atau Pangsa pasar (market share) adalah persentase total dari penjualan suatu perusahaan (dari seluruh sumber) dengan total penjualan jasa ataupun produk dalam industri. (N, 2015)

  • Faktor Lingkungan Eksternal - Lingkungan eksternal atau lingkungan yang berada di luar organisasi saling mempertukarkan sumber dayanya dengan organisasi tersebut dan tergantung satu sama lain. Organisasi mendapatkan input (bahan baku, uang, tenaga kerja) dari lingkungan eksternal, kemudian ditransformasikan menjadi produk dan jasa sebagai output bagi lingkungan eksternal.Definisi lingkungan eksternal adalah sebagi berikut: (Oktari, 2011). 
  1. Lingkungan eksternal adalah semua kejadian di luar perusahaan yang memiliki potensi untuk mempengaruhi perusahaan (Chuck Williams, 2001:51).                                             
  2. Lingkungan eksternal terdiri dari unsur-unsur di luar perusahaan yang sebagian besar tak dapat dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan oleh manajer (T.Hani Handoko, 1999:62).                                                                                                                          
  3. Dalam analisis lingkungan industri, perlu dilakukan pengkajian kelompok yang berkepentingan dari perusahaan dalam suatu industri, yaitu pemasok dan pelanggan, serta tiga pemain utama yang berperan dalam industi yaitu perusahaan, para pesaing, dan pelanggan. Lingkungan industri adalah sejumlah faktor yang mempengaruhi langsung suatu perusahaan, dan aksi serta reaksinya (Devinta, 2015)
  • Kepuasan Pelanggan - Kepuasan pelenggan merupakan suatu tingkatan dimana kebutuhan, keinginan dan harapan dari pelenggan dapat terpenihi yang akan mengakibatkan terjadinya pembelian ulang atau kesetiaan yang berlanjut (Band, 1991). Faktor yang paling penting untuk menciptakan kepuasan konsumen adalah kinerja dari agen yang biasanya diartikan dengan kualitas dari agen tersebut (Mowen, 1995). Produk jasa berkualitas mempunyai peranan penting untuk membentuk kepuasan pelanggan (Kotler dan Armstrong, 1996). Semakin berkualitas produk dan jasa yang diberikan, maka kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan semakin tinggi. Bila kepuasan pelanggan semakin tinggi, maka dapat menimbulkan keuntungan bagi badan usaha tersebut. Pelanggan yang puas akan terus melakukan pembelian pada badan usaha tersebut. Demikian pula sebaliknya jika tanpa ada kepuasan, dapat mengakibatkan pelanggan pindah pada produk lain. (Musanto, 2014)



DAFTAR PUSAKA
belajar. (2014, 04 04). KEBUTUHAN PELANGGAN. Retrieved 08 04, 2016, from SS BELAJAR: http://www.ssbelajar.net/2014/04/kebutuhan-pelanggan.html
Devinta, C. (2015, 10 26). Pentingnya Kajian Lingkungan Eksternal dan Industri bagi Strategi Perusahaan. Retrieved 08 04, 2016, from linkedin: https://www.linkedin.com/pulse/pentingnya-kajian-lingkungan-eksternal-dan-industri-consulting-group
Musanto, T. (2014). Faktor-Faktor Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan: Studi.surabaya: jurnalmanajemen.petra.
N, S. (2015, 04 08). Inilah Pengertian Pangsa Pasar Terlengkap. Retrieved 08 04, 2016, from PENGERTIAN APAPUN: http://www.pengertianku.net/2015/04/pengertian-pangsa-pasar-terlengkap.html
Oktari, K. E. (2011, 11 23). FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN EKSTERNAL MIKRO DAN MAKRO. Retrieved 08 04, 2016, from Khaerunisa Eka Oktari: http://khaerunisaekaoktari.blogspot.co.id/2011/11/faktor-faktor-lingkungan-eksternal.html

Bab 2 Kerja Proyek : Pengembangan Ide Proyek


BAB II
PENGEMBANGAN IDE PROYEK




            Langkah pertama dalam siklus proyek adalah mengidentifikasi isyu yang mungkin dapat ditangani oleh suatu proyek. Biasanya untuk ini diperlukan ‘penilian kebutuhan’ untuk mengetahui apa saja kebutuhan masyarakat dan siapa saja yang terpengaruh. Hanya pada waktu kita mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, kita dapat merancang proyek yang efektif. ‘Penilaian Kebutuhan’ ditindak lanjuti dengan ‘penilaian kapasitas’ untuk mengetahui kekuatan apa saja yang dimiliki oleh masyarakat tersebut yang dapat digunakan untuk menangulangi masalah yang ada. Proyek harus bertujuan untuk memperkuat kelemahan yang ada. Beberapa orang memilih untuk mengunakan istilah ‘appreciative enquiry’ dari pada ‘penilaian kebutuhan’ dan ‘penilaian kapasitas’. Dalam hal ini, proses dimulai dengan ‘penilaian kapasitas’ dengan bertanya kepada masyarakat untuk mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki dan harapan mereka untuk mengunakannya di kemudian hari.


  • PENGERTIAN PROYEK


           Proyek adalah suatu rangkaian pekerjaan yang diada-kan dalam selang waktu tertentu & mempunyai tujuan khusus. yang membedakan proyek dengan pekerjaan lain adalah sifatnya yang khusus dan tidak bersifat rutin pengadaannya, sehingga pengelolaannya pun memerlukan ekstra lebih banyak. Semua proyek selalu mengandung resiko relatif besar berkaitan dengan manajemen yang diterapkan untuk proyek itu. Sumber (Elsaid, 2015)


  • FORMULASI PROYEK

            Menurut Bintoro Tjokroaminoto, perencanaan ialah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistimatis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.

Tujuan Perencanaan :
1.  Standar pengawasan, yaitu mencocokan pelaksanaan dengan perencanaan.
2.  Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan.
3.  Mengetahaui struktur organisasinya.
4.  Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan.
5.  Memimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif.
6.  Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan.
7.  Menyerasikan dan memadukan beberapa subkegiatan.
8.  Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui.
9.  Mengarahkan pada pencapaian tujuan.
10. Menghemat biaya, tenaga dan waktu.


  • MIND MAPING




Mind maping adalah cara mengembangkan kegiatan berpikir ke segala arah, menangkap berbagai pikiran dalam berbagai sudut. Mind maping mengembangkan cara berpikir divergen dan berpikir kreatif. Mind mapping yang sering kita sebut dengan peta konsep adalah alat berpikir organisasional yang sangat hebat yang juga merupakan cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi itu ketika dibutuhkan (Tony Buzan , 2008:4)
Manfaat metode pencatatan menggunakan Mind mapping, antara lain :
Tema utama terdefinisi secara sangat jelas karena dinyatakan di tengah.
Level keutamaan informasi teridentifikasi secara lebih baik. Informasi yang memiliki kadar kepentingan lebih diletakkan dengan tema utama.
Hubungan masing-masing informasi secara mudah dapat segera dikenali.
Lebih mudah dipahami dan diingat.
Informasi baru setelahnya dapat segera digabungkan tanpa merusak keseluruhan struktur Mind mapping, sehingga mempermudah proses pengingatan.
Masing-masing Mind mapping sangat unik, sehingga mempermudah proses pengingatan.
Mempercepat proses pencatatan karena hanya menggunakan kata kunci.


Secara lengkap Mind Map dapat digunakan untuk:

Menyimpan informasi.
Mengorganisasikan informasi.
Membuat prioritas.
Belajar memahami informasi dalam konteksnya.
Melakukan review atas sebuah materi pembelajaran.
Mengingat informasi secara lengkap.


Ada beberapa kelebihan saat menggunakan teknik mind mapping ini, yaitu :

Cara ini cepat.
Teknik dapat digunakan untuk mengorganisasikan ide-ide yang muncul dikepala anda.
Proses mengganbar diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain.
Diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan untuk menulis.
Kekurangan model pembelajaran mind mapping:
Hanya siswa yang aktif yang terlibat.
Tidak sepenuhnya murid yang belajar.
Jumlah detail informasi tidak dapat dimasukkan.